A. Pengertian Sintaksis
Sintaksis
menurut Ramlan (1981:1) mengatakan “ sintaksis ialah bagian atau cabang dari
ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.
B.
Struktur
Sintaksis
Secara umum struktur
sintaksis itu terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan
keterangan (K). Fungsi-fungsi sintaksis itu yabg terdiri dari unsur-unsur
S,P,O, dan K itu merupakan “tempat-tempat kosong” yang tidak mempunyai arti
apa-apa karena kekosongannya. Tempat-tempat kosong itu akan diisi oleh sesuatu
yang berupa kategori dan memiliki peranan tertentu.
Contoh kalimat : Nenek melirik kakek
tadi pagi.
- Subjek : Nenek yang berkategori
nomina
- Predikat : melirik yang berkategori
verba
- Objek : kakek yang berkategori nomina
- Keterangan : frasa tadi pagi yang
berkategori nomina.
C.
Kata
sebagai Satuan Sintaksis
Kata dalam tataran
sintaksis merupakan satuan terkecil yang secara hierarkial yang lebih besar,
yaitu frase. Kata sebagai satuan sintaksis, yaitu dalam hubungannya dengan
unsur-unsur pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar, yaitu frasa, klausa,
dan kalimat.
D.
Frasa
atau frase
Frasa adalah
sebuah makna linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang
lebih besar dari kata dan lebihkecil dari klausa dan kalimat. Frasa dalah
kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam
strukturnya.
Contoh : Nenekku
1.
Ciri-ciri
Frasa
1) Terbentuk
atas dua kata atau lebih dalam pembentukannya.
2) Menduduki
fungsi gramatikal dalam kalmat.
3) Mengandung
satu kesatuan makna gramatikal.
4) Bersifat
non-prediktif.
2.
Jenis-jenis
Frasa
1)
Frasa
nomina
Kelompok kata benda yang dibentuk
dengan memperluas sebuah kata benda. Contoh : rumah mungil
2)
Frasa
Verbal
Kelompok kata yang terbentuk dari
kata kerja. Contoh : ia bekerja keras sepanjang hari.
3)
Frasa
Adjektifa
Kelompok kata yang dibentuk oleh kata
sifat atau keadaan sebagai inti (diterangkan) dngan menambahkan kata lain yang
berfungsi menerangkan. Contoh : cantik sekali
4)
Frasa
Pronominal
Ialah frasa yang dibentuk dengan kata
ganti. Contoh : kalian semua, anda semua, mereka semua, mereka itu, mereka
berdua.
5)
Frasa
Numeralia
Kelompok kata yang dibentuk dengan
kata bilangan. Contoh : Mereka memotong dua
puluh ekor sapi kurban.
3.
Frasa
berdasarkan fungsi unsur pembentuknya
1). Frase Endosentris yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi untuk diterangkan dan menerngkan (DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa : kuda hitam (DM), dua orang (MD) 2). Frase Eksosentris yaitu frasa yang salah satu unsur pembentuknya menggunakan kata tugas. Contoh dari Bandung
1). Frase Endosentris yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi untuk diterangkan dan menerngkan (DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa : kuda hitam (DM), dua orang (MD) 2). Frase Eksosentris yaitu frasa yang salah satu unsur pembentuknya menggunakan kata tugas. Contoh dari Bandung
4. Frasa
Berdasarkan satuan makna yang dikandungi/dimiliki unsur-unsur pembentuknya
1. Frasa
Biasa yaitu frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna yang sebenarnya (denotasi).
Contoh kalimat :Ayah membeli kambing
hitam
2. Frasa
Idiomatik yaitu frasa yang hasil pembentukannya menimbulkan makna baru
(konotasi). Contoh kalimat : Orang tua
Dika kembali dari Nunukan.
Sumber : Ramlan (1981:1
http://cahyasinda.blogspot.co.id/2016/01/artikel-pengertian-sintaksis-kata-frasa.html
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum.
Jakarta: Rineka Cipta.
http://www.diaryapipah.com/2012/05/pengertian-sintaksis-frase-dan-klausa.html
arifsunarya.wordpress.com/2012/11/17/sintaksis-dalam-tataran-linguistik/
arifsunarya.wordpress.com/2012/11/17/sintaksis-dalam-tataran-linguistik/


desainnya bagus...isinya perlu perbaikan!
BalasHapus