Powered By Blogger

JAM


timezona

Rabu, 17 Mei 2017

Hubungan Sejarah Sastra, Teori Sastra dan Kritik Sastra


A.    Pengertian teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra
Ilmu sastra meliputi tiga macam ilmu, yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Berikut adalah penjelasan ketiga hal tersebut :
1.      Teori Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra, teori kesusastraan, meliputi latar belakang sastra, istilah-istilah sastra, konsep (pengertian-pengertian) sastra, prinsip-prinsip (dasar-dasar) umum sastra, bermacam-macam gaya, komposisi, genre (jenis-jenis) dan pendekatan. Secara umum teori sastra adalah suatu ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati.
2.      Sejarah Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari/menyusun perkembangan sastra dari awal hingga yang terakhir, mencakup sejarah lahirnya karya sastra, jenis-jenis sastra, perkembangan gaya, masalah periodisasi (pembabakan) sastra, kronologi dan dialektika peristiwa-peristiwa sastra, perkembangan pemikiran manusia yang mengemukakan dalam karya sastra, perkembangan aliran-aliran dalam sastra, dan sebagainya. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karateristik isi dan tematik.
3.      Kritik Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari (menelaah) karya sastra dengan langsung memberikan pertimbangan baik dan buruk, kekurangan dan kelebihan, atau bernilai tidaknya sebuah karya sastra.
B. Cabang ilmu sastra di atas tentunya mempunyai hubungan yang erat satu sama lain dan hubungan itu bersifat timbal balik. Berikut adalah hubungan timbal balik antara cabang ilmu sastra :
1.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Teori Sastra
Penyelidikan tentang sejarah sastra banyak memerlukan bahan-bahan pengetahuan tentang teori sastra. Pembicaraan tentang suatu angkatan tidak akan terlepas dari pembicaraan tentang gaya bahasa, aliran, genre sastra, latar belakang cerita, tema, dan sebagainya.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari hasil penyelidikan sejarah sastra. Pembicaraan tentang gaya bahasa atau tentang suatu aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sastra secara keseluruhan. Suatu pengertian dalam teori sastra dimungkinkan mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan data yang diperoleh dari sejarah sastra.
2.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Kritik Sastra
Penyelidikan sejarah sastra memerlukan bantuan juga dari kritik sastra. Tidak semua karya sastra yang pernah terbit dijadikan bahan penyelidikan sejarah sastra, tetapi terbatas pada sejumlah karya sastra tertentu.
Untuk memilih dan menentukan karya sastra yang menjadi objek penyelidikan sejarah sastra itu diperlukan bahan-bahan dari kritik sastra, sebab tugas kritiklah untuk menentukan nilai suatu karya sastra. Sebaliknya, kritik sastra pun membutuhkan bahan-bahan dari sejarah sastra, terutama di dalam usaha menentukan asli tidaknya suatu karya sastra atau ada tidaknya unsur pengaruh dari sastra lain.
3.      Hubungan Kritik Sastra dan Teori Sastra
Hubungan kedua cabang ilmu sastra tersebut sangat jelas. Usaha kritik sastra tidak akan berhasil tanpa dilandasi oleh dasar-dasar pengetahuan tentang teori sastra. Jika kita hendak mengadakan suatu telaah/kritik terhadap suatu cerita novel terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang disebut novel, tentang unsur-unsur suatu novel, misalnya tema, plot, gaya bahasa, perwatakan, setting, sudut pandang cerita, dan sebagainya. Demikian juga jika kita hendak mengadakan suatu analisis terhadap suatu puisi, kita harus tahu apa yang dimaksud dengan bait, rima, ritma, dan sebagainya. Teori sastra merupakan sebagian modal bagi pelaksanaan kritik sastra.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari kritik sastra, bahkan sebenarnya kritik sastra merupakan pangkal dari teori sastra. Teori tanpa data merupakan teori yang kosong.

Sumber : Noor, Redyanto. 2010. Pengantar Pengkajian sastra Modern. Cetakan ke-4. Semarang : Fasindo.
Sarwadi. 2004. Sejarah Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta : Gama Medi
http://110183.blogspot.co.id/2014/11/hubungan-antara-teori-sastra-kritik.html







            

0 komentar:

Posting Komentar

 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang