Powered By Blogger

JAM


timezona

Rabu, 07 Juni 2017

LAGU PERMAINAN ANAK-ANAK TRADISIONAL



Permainan Ular Naga
             A .    Asal mula permainan
Permainan ular naga merupakan permainan tradisional indonesia, Permainan ini memiliki nama yang berbeda dari setiap daerah, tetapi tata cara permainan dan aturannya tetap sama yang membedakan hanya lagu dan dialognya saja, Permainan ini biasanya dimainkan pada waktu sore dan malam hari, dilapangan atau tempat yang luas. Ular naga diketahui keberadaanya sudah ada sejak zaman dahulu, permainan yang membutuhkan pemain yang banyak ini adalah permainan turun temurun yang tidak begitu jelas asal usul dan seperti apa kejadian dibalik permainan ini, yang pasti permainan ini punya nilai sejarah tersendiri. Nama ular naga karena dalam permainan ini pemain membuat barisan memanjang yang di ibaratkan seperti ular, naga adalah hewan yang keberadaanya tidak pasti, yang jelas nama ular naga diambil sebagai cara bermain. 

B.     Langkah-langkah permainan
"...Ular naga panjangnya bukan kepalang,
              berjalan-jalan selalu kian kemari.
              Umpan yang lezat itulah yang dicari,
              inilah dia yang paling belakang..."

1.      Dibutuhkan setidaknya 10 orang dalam permainan ini, dua orang bertugas sebagai penjaga dan delapan lainnya berbaris kebelakang membentuk ular, kedua tangan diletakkan di pundak pada teman teman yang berada di depannya.
2.      Yang dua orang berhadap-hadapan dan saling berpegangan tangan lalu diangkat ke atas.
3.      Setelah itu pemain berputar sambil melewati dua orang yang bertugas menjaga tadi.
4.      Sambil permainan berjalan, diiringi nyanyian, semua peserta dan penjaga bernyanyi bersama, pada saat lirik terakhir ia akan dijepit oleh penjaga dan keluar dari ular.
5.      Pemain kedua yang terkena akan menjadi ketua kelompok kedua dan yang pertama akan menjadi ketua kelompok yang pertama.
6.      Untuk peserta ketiga dan seterusnya akan di berikan pilihan untuk mengikuti kelompok yang mana, biasanya dengan dikasih kode mau bulan apa bumi.
7.      Setelah tertangkap semua, maka permainan perebutan anggota antar kelompok dimulai.
8.      Yang anggotanya habis duluan ia adalah kelompok yang kalah.
C.     Manfaat dalam permainan
Potensi edukatif dari permainan  ular  naga sangat baik untuk mengembangkan kemampuan  emosional, pada dasarnya usia anak adalah usia bermain maka usaha   pengembangan kecerdasan emosional anak  lebih tepat bila menggunakan permainan. Permainan ular naga  juga mengajarkan anak mengutamakan  partnership,  karena dalam permainan ular naga  ini  anak berinteraksi dengan  teman sebayanya,  inilah yang menjadi wahana untuk bersosialisasi dan berempati.
Keterampilan  berbahasa yang dapat distimulasi  melalui permainan ini misalnya kosa kata yang  muncul pada saat anak bermain (si Induk dan Gerbang saling berbantahan), keterampilan  sosial yang dilatih dalam permainan ini di  antaranya kemauan mengikuti dan mematuhi  aturan permainan, bermain secara bergiliran.
Kemampuan emosional anak juga dapat dilatih  dengan kemauan anak untuk menghargai orang  lain, merasakan kekalahan dan kemenangan  pada saat bermain. Perkembangan kemampuan  emosi menurut pendapat dari Goleman, merupakan aplikasi energi  dari berpikir dan bertindak,serta rasa senang, bahkan sedih, yang dapat membantu anak dalam menentukan dan menjalankan tujuan hidupnya. Selain itu ular naga juga mempunyai manfaat lain yaitu:

              a.       Membawa keceriaan
Permainan tradisional umumnya dilakukan bersama-sama dengan banyak teman. Tentu saja ini bisa membawa keceriaan karena bermain bersama teman.
        b.      Melatih motorik anak dan juga untuk kesehatan
Banyak permainan tradisional yang memngharuskan fisik kita bergerak. Dengan bergerak maka kita berolahraga. Dan olahraga baik untuk kesehatan.
        c.       Sportivitas tinggi
Ketika bermain permainan tradisional anak diajarkan untuk selalu sportif.
        d.      Murah
Umumnya alat-alat untuk permainan tradisional itu sangat murah, bahkan ular naga tidak memerlukan peralatan sama sekali.
  
D.    Daerah yang menggunakan permainan ular naga
Semua daerah Indonesia memainkan permainan ular naga ini akan tetapi menggunakan versi lagu yang berbeda-beda setiap daerahnya.

E.     Apakah permainan ular naga bisa diajarkan di kelas dalam permainan?
Iya bisa. Permainan yang dipakai di dalam proses pembelajaran dapat membuat siswa merasa tertarik dan menghilangkan kebosanan siswa dalam belajar bahasa Indonesia. Penggunaan permainan dalam ular naga sangat penting karena materi pelajaran yang disampaikan secara monoton dan tidak  menarik akan membuat siswa merasa bosan. Selain itu, ada beberapa keuntungan yang diperoleh ketika  menggunakan permainan dalam proses pembelajaran di kelas, yaitu:
a.       memberikan kesempatan kepada
siswa untuk menggunakan bahasa yang diajarkan.
b.       membuat siswa lebih mengenal budaya Indonesia,
c.       siswa dapat membandingkan budaya Indonesia dengan budaya mereka sendiri.

Sumber :

Minggu, 28 Mei 2017

Media Belajar (Kartun)

STAR DOLL
Nama kartun : Star Doll
 
Kartun ini bisa digunakan di dalam kelas saat belajar dengan peserta didik dalam mata pelajaran apa pun. Karena, akan menarik buat siswa-siswa dan star doll ini mempunyai kekuatan dibagian perutnya yaitu bintang bisa mewujudkan apa yang diinginkan.
Jadi, bisa kita simpulkan star doll merupakan kartun yang selalu bersinar dan suka menolong, agar para peserta didik bisa mengikuti sifat terpuji star doll.

Puisi



Rindu Ayah
Karya Nurandini

Ayah…
Saat aku jauh darimu hatiku terasa gelisah
Saat aku bersamamu hatiku merasa bahagia
Kini, engkau pergi tinggalkanku
Anakmu sangat rindu denganmu ayah
Ku hanya bisa berdoa
Jaga dirimu baik-baik ayah semoga Tuhan selalu
Memberkati, menjaga, dan tetap mencintaimu
Karena,
Engkau sosok ayah yang tak bisa digantikan oleh siapa pun

Rabu, 17 Mei 2017

Cara Penyebutan Huruf

Cara Penyebutan Huruf
Huruf
Penjelasan
vokal a
Labium terbuka, vokal rendah,vokal bundar
vokal i
Vokal tinggi atas,depan,tak bundar
vokal u
Vokal tinggi atas, depan,bundar
vokal e
Vokal sedang atas,depan, tak bundar
vokal o
Vokal sedang atas,belakang,bundar
Konsonan b
konsonan bilabial, hambat, bersuara
Konsonan c
Konsonan palatal
Konsonan d
Konsonan apikoalveolar,hambat,bersuara
Konsonan f
Konsonan labiodental,geseran
Konsonan g
Konsonan velar
Konsonan h
konsonan laringal,geseran,bersuara
Konsonan j
Konsonan palatal
Konsonan k
Konsonan velar
Konsonan l
Likuida, konsonan apikoalveolar
Konsonan m
konsonan bilabial, nasal
Konsonan n
Konsonan apikoalveolar,nasal
Konsononan p
Konsonan bilabial, hambat
Konsonan q
Konsonan letup tekak
Konsonan r
Konsonan getar,konsonan apikoalveolar
Konsonan s
Spiran, konsonan laminopalatal,geseran
Konsonan t
Konsonan apikoalveolar, hambat
Konsonan v
Konsonan labiodental,geseran,bersuara
Konsonan w
Konsonan bilabial, semi vokal
Konsonan x
konsonan dorsovelar,geseran,bersuara
Konsonan y
Konsonan laminopalatal,semivokal
Konsonan z
Spiran,konsonan laminoalveolar,geseran
diftong ai
Diftong naik
diftong au
Diftong naik
diftong oi
Diftong naik
kluster kh
Konsonan velar,frikatif
kluster sy
spiran
kluster ny
Konsonan palatal,konsonan nasal
kluster ng
Konsosnan velar,konsonan nasal


Hubungan Sejarah Sastra, Teori Sastra dan Kritik Sastra


A.    Pengertian teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra
Ilmu sastra meliputi tiga macam ilmu, yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Berikut adalah penjelasan ketiga hal tersebut :
1.      Teori Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra, teori kesusastraan, meliputi latar belakang sastra, istilah-istilah sastra, konsep (pengertian-pengertian) sastra, prinsip-prinsip (dasar-dasar) umum sastra, bermacam-macam gaya, komposisi, genre (jenis-jenis) dan pendekatan. Secara umum teori sastra adalah suatu ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati.
2.      Sejarah Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari/menyusun perkembangan sastra dari awal hingga yang terakhir, mencakup sejarah lahirnya karya sastra, jenis-jenis sastra, perkembangan gaya, masalah periodisasi (pembabakan) sastra, kronologi dan dialektika peristiwa-peristiwa sastra, perkembangan pemikiran manusia yang mengemukakan dalam karya sastra, perkembangan aliran-aliran dalam sastra, dan sebagainya. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karateristik isi dan tematik.
3.      Kritik Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari (menelaah) karya sastra dengan langsung memberikan pertimbangan baik dan buruk, kekurangan dan kelebihan, atau bernilai tidaknya sebuah karya sastra.
B. Cabang ilmu sastra di atas tentunya mempunyai hubungan yang erat satu sama lain dan hubungan itu bersifat timbal balik. Berikut adalah hubungan timbal balik antara cabang ilmu sastra :
1.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Teori Sastra
Penyelidikan tentang sejarah sastra banyak memerlukan bahan-bahan pengetahuan tentang teori sastra. Pembicaraan tentang suatu angkatan tidak akan terlepas dari pembicaraan tentang gaya bahasa, aliran, genre sastra, latar belakang cerita, tema, dan sebagainya.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari hasil penyelidikan sejarah sastra. Pembicaraan tentang gaya bahasa atau tentang suatu aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sastra secara keseluruhan. Suatu pengertian dalam teori sastra dimungkinkan mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan data yang diperoleh dari sejarah sastra.
2.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Kritik Sastra
Penyelidikan sejarah sastra memerlukan bantuan juga dari kritik sastra. Tidak semua karya sastra yang pernah terbit dijadikan bahan penyelidikan sejarah sastra, tetapi terbatas pada sejumlah karya sastra tertentu.
Untuk memilih dan menentukan karya sastra yang menjadi objek penyelidikan sejarah sastra itu diperlukan bahan-bahan dari kritik sastra, sebab tugas kritiklah untuk menentukan nilai suatu karya sastra. Sebaliknya, kritik sastra pun membutuhkan bahan-bahan dari sejarah sastra, terutama di dalam usaha menentukan asli tidaknya suatu karya sastra atau ada tidaknya unsur pengaruh dari sastra lain.
3.      Hubungan Kritik Sastra dan Teori Sastra
Hubungan kedua cabang ilmu sastra tersebut sangat jelas. Usaha kritik sastra tidak akan berhasil tanpa dilandasi oleh dasar-dasar pengetahuan tentang teori sastra. Jika kita hendak mengadakan suatu telaah/kritik terhadap suatu cerita novel terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang disebut novel, tentang unsur-unsur suatu novel, misalnya tema, plot, gaya bahasa, perwatakan, setting, sudut pandang cerita, dan sebagainya. Demikian juga jika kita hendak mengadakan suatu analisis terhadap suatu puisi, kita harus tahu apa yang dimaksud dengan bait, rima, ritma, dan sebagainya. Teori sastra merupakan sebagian modal bagi pelaksanaan kritik sastra.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari kritik sastra, bahkan sebenarnya kritik sastra merupakan pangkal dari teori sastra. Teori tanpa data merupakan teori yang kosong.

Sumber : Noor, Redyanto. 2010. Pengantar Pengkajian sastra Modern. Cetakan ke-4. Semarang : Fasindo.
Sarwadi. 2004. Sejarah Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta : Gama Medi
http://110183.blogspot.co.id/2014/11/hubungan-antara-teori-sastra-kritik.html







            
 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang