Powered By Blogger

JAM


timezona

Jumat, 24 Februari 2017

Cara Hewan Berkomunikasi Satu Sama Lain



Cara Hewan Berkomunikasi Satu Sama Lain
A.    Jenis utama komunikasi pada hewan
1.      Komunikasi Verbal
Suara adalah salah satu jenis yang paling umum dari komunikasi verbal pada hewan. Sebagian besar spesies menggunakannya sebagai media untuk menyampaikan pesan.
Contoh : Kelelawar, hewan nokturnal yang aktif di malam hari ini menggunakan gelombang suara untuk berkomunikasi.
2.      Komunikasi Non Verbal
a.       Ekspresi Wajah
Contoh : Simpanse menggunakan gerak bibir, pipi, dan mata untuk memberitahu perasaan mereka satu sama lain.
b.      Gerakan dan Bahasa Tubuh
Contoh : Saat kucing mengarahkan telinganya ke depan, ini menunjukkan keramahan dan perhatian. Namun, ketika telinganya tegak dan sedikit kebelakang, kucing tersebut berusaha memperingatkan kucing lain akan adanya bahaya. Jika kucing menarik tubuhnya, maka dia sedang merasa percaya diri dan siap untuk menyerang.
c.       Bau dan Sinyal
Banyak hewan berkomunikasi satu sama lain melalui bau. Mereka mengeluarkan feromon untuk menyampaikan pesan. Hewan menggunakan jenis komunikasi ini sebagai menarik pasangan untuk bereproduksi.
Sinyal akustik adalah sejenis sinyal suara biasanya dikaitkan dengan monyet vervet. Ada pula sinyal elektrik yang biasa digunakan oleh hewan air seperti hiu dan ikan lainnya. Hewan-hewan ini memiliki electroreceptor untuk mengidentifikasi objek dan bahaya.
d.      Sentuhan
Untuk mengungkapkan perasaannya, simpanse akan saling menyentuhkan tangan satu sama lain.
Simpanse pendatang baru akan meletakkan tangannya di mulut simpanse kepala untuk mengkonfirmasi masuknya dirinya dalam komunitas tersebut. Simpanse bahkan memberikan pelukan dan ciuman sebagai ungkapan kasih sayang. Kucing,badak, dan hewan lainnya saling meringkuk untuk menunjukkan kasih sayang. 

Sumber : https://www.amazine.co/22106/bagaimana-hewan-berkomunikasi-jenis-komunikasi-pada-hewan/

HAKIKAT BAHASA



A.    Pengertian Bahasa

Bahasa adalah alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh orang yang melakukan hubungan sosial dengan lainnya seperti bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Dengan adanya bahasa segala sesuatu yang ingin kita utarakan tersampaikan dengan baik dan benar.

B.     Unsur-unsur Bahasa
1.      Bahasa adalah sebuah sistem.
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan.
2.      Bahasa adalah lambang
Ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Contohnya : tanda, lambang, sinyal, gerak isyarat, kode, indeks, dan ikon. Lambang bersifat arbitrer, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3.      Bahasa itu berupa bunyi
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucapan manusia. Tetapi juga tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4.      Bahasa itu bersifat arbitrer
Bolinger (1975:22) mengatakan: Seandainya ada hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya itu, maka seseorang yang tidak tahu bahasa tertentu akan dapat menebak makna sebuah kata apabila dia mendengar kata itu diucapkan. Kenyataannya, kita tidak bisa menebak makna sebuah kata dari bahasa apapun (termasuk bahasa sendiri) yang belum pernah kita dengar, karena bunyi kata tersebut tidak memberi”saran” atau “petunjuk” apapun untuk mengetahui maknanya.
5.      Bahasa itu bermakna
Bahwa bahasa itu mempunyai makna. Maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
Contoh : [kuda], [makan], [rumah], [adil], [tenang] : bermakna = bahasa
               [kfdff] : bermakna =  bukan bahasa
6.      Bahasa itu bersifat konvensional
Semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka anggota masyarakat bahsa Indonesia harus mematuhinya.
7.      Bahasa itu bersifat unik
Artinya, setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem-sistem lainnya.

8.      Bahasa itu bersifat universal
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Misalnya, ciri universal bahsa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.
9.      Bahasa itu bersifat produktif
Artinya, meskipin unsur –unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10.  Bahasa itu bervariasi
Ada tiga istilah dalam variasi bahasa :
1.      Idiolek : Ragam bahsa yang bersifat perorangan
2.      Dialek : Variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
3.      Ragam : Variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya, ragam baku dan tidak baku.
11.  Bahasa itu bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Sedangkan, dalam kehidupan di dalam masyarakat kegiatan manusia selalu berubah, maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis.
12.  Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

 
Sumber :
Materi kelompok  1 Hakikat bahasa lokal B angkatan 2016 Program studi  PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan
Bolinger (1975:22)
 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang