Powered By Blogger

JAM


timezona

Rabu, 22 Maret 2017

FONOLOGI


A.    Pengertian Fonologi
Fonologi adalah ilmu yang tentang perbendaharaan bunyi-bunyi (fonem) bahasa dan distribusinya.
Fonologi juga diartikan sebagai kajian bahasa yang mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa yang diproduksi oleh alat ucap manusia.
B.     Cabang Fonologi
1.      Fonetik
Bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna  atau tidak.
2.      Fonemik
Bidang linguistik yang mempelajari bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.

C.    Bidang Kajian Fonetik
1.      Fonetik artikulatoris : mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara  manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi  bahasa.
2.        Fonetik akustik   : mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis  atau fenomena alam.
3.       Fonetik auditoris : mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan  bunyi bahasa itu oleh telinga kita.

D.    Manfaat fonologi dan penyusunan ejaan bahasa
Ejaan adalah peraturan penggambaran atau pelambangan bunyi ujar suatu bahasa.Karena bunyi ujar ada dua unsur, yaitu segmental dan suprasegmental, maka ejaan pun menggambarkan atau melambangkan kedua unsur bunyi ujar tersebut.

E.     Proses Pembentukan Bunyi
1.    Arus Udara
a.       Arus udara agresif adalah arus udara yang masuk ke dalam.
b.      Arus udara ingresif adalah arus udara yang masuk ke luar.
2.    Pita suara
a.       Pita suara dengan glotis tertutup pada permulaan akan membuka.
b.      Pita suara dengan glotis membuka sedikit pada ujung anterior.
c.       Glotis terbuka hampir sepanjang pita suara.
d.      Pita suara terbuka seluruhnya.
3.    Alat ucap
a.       Komponen Supraglotal
Ø  Alat-alat ucap bagian atas rongga mulut yang meliputi bibir atas (labium), gigi atas (dentum), gusi, lengkung kaki gigi (alveolum),  langit-langit keras (hard palate, palatum), langit-langit lunak (soft palate, velum), anak tekak (uvula).
Ø  Alat-alat ucap bagian bawah rongga mulut yang meliputi  bibir bawah (lower lip, labium), gigi bawah (lower teeth, dentum),   ujung lidah (tip of the tongue, apex), daun lidah (blade of tongue, laminum), pangkal lidah (back of the tongue, dorsum), radik.

b.      Komponen Laring

c.       Komponen Subglotal


Sumber :  Materi kelompok  Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia  lokal B angkatan 2016 Program studi  PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan

http://fonologikelompok1.blogspot.co.id/2015/11/rangkuman-fonologi.html

Minggu, 19 Maret 2017

TAHAP-TAHAP KEPUTUSAN KONGRES BAHASA INDONESIA

A.    Kongres Bahasa Indonesia Pertama (Solo, 25-27 Juni 1938)
1.    Kongres pada umunya setuju mengambil kata-kata asing untuk ilmu pengetahuan.
2.    Sepanjang pendapatan Kongres, sudah ada pembaruan bahasa yang timbul karena ada cara berpikir yang baru.
3.    Kongres berpendapatan bahwa gramatika yang sekarang tidak memuaskan lagi dan tiak menuntut wujud bahasa Indonesia karena itu perlu menyusun gramatika baru.

B.    Kongres Bahasa Indonesia Kedua (Medan, 28 Oktober- 2 November 1954)
Kongres Bahasa Indonesia Kedua ini disusun oleh Panitia Penyelenggara sebagai berikut :
Ketua                : Sudarsana
Wakil Ketua     : Dr. Slametmuljana
Panitera I     : Mangatas Nasution
Panitera II     : Drs. W.J.B.F. Tooy
Panitera III     : Nur St. Iskandar
Anggota     : 1.Pudjowijatno
                     2. Amir Hamzah Nasution

    Keputusan Kongres Bahasa Indonesia Kedua itu secara lengkap dapat dilihat dalam kutipan di bawah ini.
1.    Keputusan Seksi A     : Dasar-Dasar Ejaan Bahasa Indonesia dengan Huruf Latin.
2.    Keputusan Seksi B     : Bahasa di dalam Perundang-undangan dan Administrasi.
3.    Keputusan Seksi C     : Bahasa Indonesia sebagai Bahasa ilmiah dan Kamus Etimologi Indonesia.
4.    Keputusan Seksi D1    : Bahasa Indonesia dalam Pergaulan Sehari-hari.
5.    Keputusan Seksi D2    : Bahasa Indonesia dalam Prosa dan Puisi.
6.    Keputusan Seksi E       : Fungsi di dalam Pers, Bahasa Indonesia dalam Pers dan Bahasa Indonesia dalam Penyiaran Radio.

C.    Kongres Bahasa Indonesia Ketiga (Jakarta, 28 Oktober – 3 November 1978)
1.    Kebijaksanaan kebudayaan, keagamaan, sosial, politik, dan ketahanan nasional.
2.    Bidang linguistik
3.    Bidang ilmu pengetahuan dan teknologi
4.    Bidang komunikasi
5.    Bidang pendidikan
6.    Bidang kesenian

D.    Kongres Bahasa Indonesia Keempat (Jakarta, 21-26 November 1983)
1.    Bidang Bahasa
2.    Pengajaran Bahasa
3.    Pembinaan Bahasa
E.    Kongres Bahasa Indonesia Kelima (Jakarta, 28 Oktober- 3 November 1988)
1.    Garis haluan
2.    Ranah pemakaian bahasa
3.    Pembangunan dan pengembangan sastra
4.    Bahasa Indonesia di luar negeri

Sumber : http://anggitarafikadewi.blogspot.co.id/2016/09/tahap-tahapkeputusan-kongres-bahasa.html?m=1
          

          

           

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

1)      Pada masa pra kemerdekaan

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya :

1.      Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380.

2.      Prasasti Kedudukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.

3.      Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada tahun 684.

4.      Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat pada tahun 686.

5.      Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi pada tahun 688.

    Pada saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai :

1.      Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.

2.      Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia.

3.      Bahasa perdagangan, baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar Indonesia.

4.      Bahasa resmi kerajaan.



2)      Pada masa pasca kemerdekaan

Berhubung dengan menyebar Bahasa Melayu ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara. Serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya, karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan.



3)      Peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Indonesia

1.      Budi Utomo

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang merupakan organisasi yang bersifat kenasionalan yang pertama berdiri dan tempat terhidupnya kaum terpelajar  bangsa Indonesia, dengan sadar menuntut agar syarat-syarat untuk masuk ke sekolah Belanda diperingan.

2.      Serikat Islam

Berdiri pada tahun 1912, mula-mula partai ini hanya bergerak dibidang perdagangan, namun bergerak dibidang sosial dan politik juga. Bahsa yang mereka pergunakan ialah bahasa Indonesia.

3.      Balai Pustaka

Hasil yang diperoleh dengan didirikannya balai pustaka terhadap perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia dapat disebutkan sebagai :

a.      Memberikan kesempatan kepada pengarang-pengarang bangsa Indonesia untuk menulis cerita ciptanya dalam bahasa Melayu.

b.      Memberikan kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk membaca  hasil ciptaan bangsanya sendiri dalam bahasa Melayu.

4.      Sumpah Pemuda

Kongres pemuda yang paling dikenal ialah kongres pemuda yang diselenggarakan pada tahun 1928 di Jakarta. Kongres ini juga bermakna bagi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia.

Tujuan utama kongres ini adalah untuk mempersatukan berbagai organisasi kepemudaan pada waktu itu. Peristiwa sumpah pemuda dianggap sebagai awal permulaan bahasa indonesia. Bahasa Indonesia sebagai media dan sebagai simbol kemerdekaan bangsa. Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi media kesatuan,  dan politik, melainkan juga menjadi bahasa sastra Indonesia baru.



4).  Sejarah Perkembangan EYD

    1. Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu :

1). Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajang, sajang, dsb.

2). Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.

3). Tanda diakritik, seperti koma ain dan trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa, dsb.

2.  Ejaan Soewandi

            Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik untuk mengganti ejaan sebelumnya yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.

Ciri-ciri  dari ejaan ini  yaitu :

1.      Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.

2.      Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.

3.      Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat-an2

Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah :

1.      Huruf ‘oe’ menjadi ‘u’, seperti pada goeroe → guru.

2.      Bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (‘) ditulis  dengan ‘k’, seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.

3.      Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, kebarat-an.



4.      Ejaan Yang Disempurnakan 1972

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak  tahun 1972.  Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, ialah Ejaan Soewandi.

Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah :

1.      ‘tj’ menjadi ‘c’ : tjutji → cuci

2.      ‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak → jarak

3.      ‘oe’ menjadi ‘u’ : oemoem → umum

4.      ‘j’ menjadi ‘y’ : sajang → sayang

5.      ‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk→ nyamuk

         

5). Perkembangan Bahasa Indonesia Masa Reformasi

    Munculnya Bahasa Media Massa (bahasa Pers) :

1. Bertambahnya jumlah kata-kata singkatan (akronim).

2. Banyak penggunaan istilah-istilah asing atau bahasa asing dalam surat kabar.

6). Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

1. Bahasa nasional

2. Bahasa resmi

3. Pendidikan

4. Bahasa budaya dan bahasa ilmu

5. Sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga

Sumber :  Materi kelompok  Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia  lokal B angkatan 2016 Program studi  PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan







Sabtu, 11 Maret 2017

Contoh Kata Baku dan Non Baku

20 Contoh Kata Baku dan Non Baku

No
Bahasa Baku
Bahasa Non Baku
1
Antre
Antri
2
Bus
Bis
3
Cabai
Cabe
4
Februari
Pebruari
5
Analisis
Analisa
6
Hafal
Hapal
7
Ijazah
ijasah
8
Atlet
Atlit
9
Tarif
Tarip
10
Utang
Hutang
11
Stasiun
Setasiun
12
Cenderamata
Cinderamata
13
Dipindahkan
Dipindah
14
Izin
Ijin
15
Sistem
Sistim
16
Risiko
Resiko
17
Teladan
Tauladan
18
Penasihat
Penasehat
19
Zaman
Jaman
20
Ikhlas
Ihlas

Contoh Kalimat Baku :
1) Roni harus mengantre terlebih dahulu untuk menebus obat.
2) Andri menaiki bus untuk pergi ke kampus.
3) Cabai dari purbalingga itu sangat bagus kualitasnya juga pedas menjadikan bahan ekspor cabai           yang terbaik di seluruh dunia dari indonesia.
4) Bulan Febuari adalah bulan kelahiran ayah saya.
5) Menurut analisis dokter Ari menderita penyakit Hepatitis C.
6) Saya hafal semua kata dalam buku itu.
7) Saya akan mendapat ijazah saya tanggal 12 juni.
8) Yohan adalah pelatih atlet angkat besi.
9) Tarif odong-odong semakin hari semakin meningkat.
10) Utang keluarga saya semakin menumpuk.
11) Ibu berhenti di Stasiun Bala-bala.
12) Menurut ayah saya cenderamata yang saya beli ini adalah palsu.
13) Lemari pakaian dipindahkan dari kamar saya ke ruang tamu.
14) Saya memberi izin kepada adik saya untuk meminjam buku saya.
15) Sistem baru ini berjalan dengan baik.
16) Pertandingan kali ini, Real Madrid ber-risiko tinggi kalah oleh Persib.
17) Sikap tauladan di dalam manusia sangat dibutuhkan di dalam bermasyarakat.
18) Penasihat saya menyarankan untuk berlatih lebih giat lagi.
19) Zaman sekarang teknologi semakin canggih.
20) Saya telah meng-Cenderamata-kan kepergian dompet saya.


 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang