Powered By Blogger

JAM


timezona

Minggu, 19 Maret 2017

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

1)      Pada masa pra kemerdekaan

Perkembangan dan pertumbuhan bahasa Melayu tampak lebih jelas dari berbagai peninggalan-peninggalan misalnya :

1.      Tulisan yang terdapat pada batu Nisan di Minye Tujoh, Aceh pada tahun 1380.

2.      Prasasti Kedudukan Bukit, di Palembang pada tahun 683.

3.      Prasasti Talang Tuo, di Palembang pada tahun 684.

4.      Prasasti Kota Kapur, di Bangka Barat pada tahun 686.

5.      Prasasti Karang Brahi Bangko, Merangi, Jambi pada tahun 688.

    Pada saat itu Bahasa Melayu telah berfungsi sebagai :

1.      Bahasa kebudayaan yaitu bahasa buku-buku yang berisi aturan-aturan hidup dan sastra.

2.      Bahasa perhubungan (Lingua Franca) antar suku di Indonesia.

3.      Bahasa perdagangan, baik bagi suku yang ada di Indonesia maupun pedagang yang berasal dari luar Indonesia.

4.      Bahasa resmi kerajaan.



2)      Pada masa pasca kemerdekaan

Berhubung dengan menyebar Bahasa Melayu ke pelosok nusantara bersamaan dengan menyebarnya agama Islam di wilayah nusantara. Serta makin berkembang dan bertambah kokoh keberadaannya, karena bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat nusantara sebagai bahasa perhubungan antar pulau, antar suku, antar pedagang, antar bangsa dan antar kerajaan.



3)      Peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi perkembangan Bahasa Indonesia

1.      Budi Utomo

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang merupakan organisasi yang bersifat kenasionalan yang pertama berdiri dan tempat terhidupnya kaum terpelajar  bangsa Indonesia, dengan sadar menuntut agar syarat-syarat untuk masuk ke sekolah Belanda diperingan.

2.      Serikat Islam

Berdiri pada tahun 1912, mula-mula partai ini hanya bergerak dibidang perdagangan, namun bergerak dibidang sosial dan politik juga. Bahsa yang mereka pergunakan ialah bahasa Indonesia.

3.      Balai Pustaka

Hasil yang diperoleh dengan didirikannya balai pustaka terhadap perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia dapat disebutkan sebagai :

a.      Memberikan kesempatan kepada pengarang-pengarang bangsa Indonesia untuk menulis cerita ciptanya dalam bahasa Melayu.

b.      Memberikan kesempatan kepada rakyat Indonesia untuk membaca  hasil ciptaan bangsanya sendiri dalam bahasa Melayu.

4.      Sumpah Pemuda

Kongres pemuda yang paling dikenal ialah kongres pemuda yang diselenggarakan pada tahun 1928 di Jakarta. Kongres ini juga bermakna bagi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia.

Tujuan utama kongres ini adalah untuk mempersatukan berbagai organisasi kepemudaan pada waktu itu. Peristiwa sumpah pemuda dianggap sebagai awal permulaan bahasa indonesia. Bahasa Indonesia sebagai media dan sebagai simbol kemerdekaan bangsa. Bahasa Indonesia tidak hanya menjadi media kesatuan,  dan politik, melainkan juga menjadi bahasa sastra Indonesia baru.



4).  Sejarah Perkembangan EYD

    1. Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin. Ciri-ciri dari ejaan ini yaitu :

1). Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang, pajang, sajang, dsb.

2). Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe, itoe, oemoer, dsb.

3). Tanda diakritik, seperti koma ain dan trema, untuk menuliskan kata-kata ma’moer, ‘akal, ta’, pa, dsb.

2.  Ejaan Soewandi

            Ejaan Soewandi atau Ejaan Republik untuk mengganti ejaan sebelumnya yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901.

Ciri-ciri  dari ejaan ini  yaitu :

1.      Huruf oe diganti dengan u pada kata-kata guru, itu, umur, dsb.

2.      Bunyi hamzah dan bunyi sentak ditulis dengan k pada kata-kata tak, pak, rakjat, dsb.

3.      Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2 seperti pada kanak2, ber-jalan2, ke-barat-an2

Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah :

1.      Huruf ‘oe’ menjadi ‘u’, seperti pada goeroe → guru.

2.      Bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (‘) ditulis  dengan ‘k’, seperti pada kata-kata tak, pak, maklum, rakjat.

3.      Kata ulang boleh ditulis dengan angka 2, seperti ubur2, ber-main2, kebarat-an.



4.      Ejaan Yang Disempurnakan 1972

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak  tahun 1972.  Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya, ialah Ejaan Soewandi.

Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah :

1.      ‘tj’ menjadi ‘c’ : tjutji → cuci

2.      ‘dj’ menjadi ‘j’ : djarak → jarak

3.      ‘oe’ menjadi ‘u’ : oemoem → umum

4.      ‘j’ menjadi ‘y’ : sajang → sayang

5.      ‘nj’ menjadi ‘ny’ : njamuk→ nyamuk

         

5). Perkembangan Bahasa Indonesia Masa Reformasi

    Munculnya Bahasa Media Massa (bahasa Pers) :

1. Bertambahnya jumlah kata-kata singkatan (akronim).

2. Banyak penggunaan istilah-istilah asing atau bahasa asing dalam surat kabar.

6). Kedudukan Dan Fungsi Bahasa Indonesia

1. Bahasa nasional

2. Bahasa resmi

3. Pendidikan

4. Bahasa budaya dan bahasa ilmu

5. Sebagai bahasa pengantar di lembaga-lembaga

Sumber :  Materi kelompok  Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia  lokal B angkatan 2016 Program studi  PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan







0 komentar:

Posting Komentar

 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang