Powered By Blogger

JAM


timezona

Jumat, 24 Februari 2017

HAKIKAT BAHASA



A.    Pengertian Bahasa

Bahasa adalah alat komunikasi yang wajib dimiliki oleh orang yang melakukan hubungan sosial dengan lainnya seperti bekerja sama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Dengan adanya bahasa segala sesuatu yang ingin kita utarakan tersampaikan dengan baik dan benar.

B.     Unsur-unsur Bahasa
1.      Bahasa adalah sebuah sistem.
Sistem berarti susunan teratur berpola yang membentuk suatu keseluruhan yang bermakna atau berfungsi. Bahasa terdiri dari unsur-unsur yang secara teratur tersusun menurut pola tertentu dan membentuk satu kesatuan.
2.      Bahasa adalah lambang
Ilmu yang mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan manusia. Contohnya : tanda, lambang, sinyal, gerak isyarat, kode, indeks, dan ikon. Lambang bersifat arbitrer, artinya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib antara lambang dengan yang dilambangkannya.
3.      Bahasa itu berupa bunyi
Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucapan manusia. Tetapi juga tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.
4.      Bahasa itu bersifat arbitrer
Bolinger (1975:22) mengatakan: Seandainya ada hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya itu, maka seseorang yang tidak tahu bahasa tertentu akan dapat menebak makna sebuah kata apabila dia mendengar kata itu diucapkan. Kenyataannya, kita tidak bisa menebak makna sebuah kata dari bahasa apapun (termasuk bahasa sendiri) yang belum pernah kita dengar, karena bunyi kata tersebut tidak memberi”saran” atau “petunjuk” apapun untuk mengetahui maknanya.
5.      Bahasa itu bermakna
Bahwa bahasa itu mempunyai makna. Maka segala ucapan yang tidak mempunyai makna dapat disebut bukan bahasa.
Contoh : [kuda], [makan], [rumah], [adil], [tenang] : bermakna = bahasa
               [kfdff] : bermakna =  bukan bahasa
6.      Bahasa itu bersifat konvensional
Semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi konvensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk mewakili konsep yang diwakilinya. Misalnya, binatang berkaki empat yang biasa dikendarai, dilambangkan dengan bunyi [kuda], maka anggota masyarakat bahsa Indonesia harus mematuhinya.
7.      Bahasa itu bersifat unik
Artinya, setiap bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, atau sistem-sistem lainnya.

8.      Bahasa itu bersifat universal
Artinya, ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Misalnya, ciri universal bahsa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vokal dan konsonan.
9.      Bahasa itu bersifat produktif
Artinya, meskipin unsur –unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, meski secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.
10.  Bahasa itu bervariasi
Ada tiga istilah dalam variasi bahasa :
1.      Idiolek : Ragam bahsa yang bersifat perorangan
2.      Dialek : Variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
3.      Ragam : Variasi bahasa yang digunakan dalam situasi tertentu. Misalnya, ragam baku dan tidak baku.
11.  Bahasa itu bersifat dinamis
Bahasa tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Sedangkan, dalam kehidupan di dalam masyarakat kegiatan manusia selalu berubah, maka bahasa menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap, menjadi dinamis.
12.  Bahasa itu manusiawi
Bahasa itu hanya milik manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.

 
Sumber :
Materi kelompok  1 Hakikat bahasa lokal B angkatan 2016 Program studi  PGSD Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Borneo Tarakan
Bolinger (1975:22)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang