Powered By Blogger

JAM


timezona

Minggu, 28 Mei 2017

Media Belajar (Kartun)

STAR DOLL
Nama kartun : Star Doll
 
Kartun ini bisa digunakan di dalam kelas saat belajar dengan peserta didik dalam mata pelajaran apa pun. Karena, akan menarik buat siswa-siswa dan star doll ini mempunyai kekuatan dibagian perutnya yaitu bintang bisa mewujudkan apa yang diinginkan.
Jadi, bisa kita simpulkan star doll merupakan kartun yang selalu bersinar dan suka menolong, agar para peserta didik bisa mengikuti sifat terpuji star doll.

Puisi



Rindu Ayah
Karya Nurandini

Ayah…
Saat aku jauh darimu hatiku terasa gelisah
Saat aku bersamamu hatiku merasa bahagia
Kini, engkau pergi tinggalkanku
Anakmu sangat rindu denganmu ayah
Ku hanya bisa berdoa
Jaga dirimu baik-baik ayah semoga Tuhan selalu
Memberkati, menjaga, dan tetap mencintaimu
Karena,
Engkau sosok ayah yang tak bisa digantikan oleh siapa pun

Rabu, 17 Mei 2017

Cara Penyebutan Huruf

Cara Penyebutan Huruf
Huruf
Penjelasan
vokal a
Labium terbuka, vokal rendah,vokal bundar
vokal i
Vokal tinggi atas,depan,tak bundar
vokal u
Vokal tinggi atas, depan,bundar
vokal e
Vokal sedang atas,depan, tak bundar
vokal o
Vokal sedang atas,belakang,bundar
Konsonan b
konsonan bilabial, hambat, bersuara
Konsonan c
Konsonan palatal
Konsonan d
Konsonan apikoalveolar,hambat,bersuara
Konsonan f
Konsonan labiodental,geseran
Konsonan g
Konsonan velar
Konsonan h
konsonan laringal,geseran,bersuara
Konsonan j
Konsonan palatal
Konsonan k
Konsonan velar
Konsonan l
Likuida, konsonan apikoalveolar
Konsonan m
konsonan bilabial, nasal
Konsonan n
Konsonan apikoalveolar,nasal
Konsononan p
Konsonan bilabial, hambat
Konsonan q
Konsonan letup tekak
Konsonan r
Konsonan getar,konsonan apikoalveolar
Konsonan s
Spiran, konsonan laminopalatal,geseran
Konsonan t
Konsonan apikoalveolar, hambat
Konsonan v
Konsonan labiodental,geseran,bersuara
Konsonan w
Konsonan bilabial, semi vokal
Konsonan x
konsonan dorsovelar,geseran,bersuara
Konsonan y
Konsonan laminopalatal,semivokal
Konsonan z
Spiran,konsonan laminoalveolar,geseran
diftong ai
Diftong naik
diftong au
Diftong naik
diftong oi
Diftong naik
kluster kh
Konsonan velar,frikatif
kluster sy
spiran
kluster ny
Konsonan palatal,konsonan nasal
kluster ng
Konsosnan velar,konsonan nasal


Hubungan Sejarah Sastra, Teori Sastra dan Kritik Sastra


A.    Pengertian teori sastra, sejarah sastra dan kritik sastra
Ilmu sastra meliputi tiga macam ilmu, yaitu teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Berikut adalah penjelasan ketiga hal tersebut :
1.      Teori Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari tentang prinsip-prinsip, hukum, kategori, kriteria karya sastra yang membedakannya dengan yang bukan sastra, teori kesusastraan, meliputi latar belakang sastra, istilah-istilah sastra, konsep (pengertian-pengertian) sastra, prinsip-prinsip (dasar-dasar) umum sastra, bermacam-macam gaya, komposisi, genre (jenis-jenis) dan pendekatan. Secara umum teori sastra adalah suatu ilmiah atau pengetahuan sistematik yang menerapkan pola pengaturan hubungan antara gejala-gejala yang diamati.
2.      Sejarah Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari/menyusun perkembangan sastra dari awal hingga yang terakhir, mencakup sejarah lahirnya karya sastra, jenis-jenis sastra, perkembangan gaya, masalah periodisasi (pembabakan) sastra, kronologi dan dialektika peristiwa-peristiwa sastra, perkembangan pemikiran manusia yang mengemukakan dalam karya sastra, perkembangan aliran-aliran dalam sastra, dan sebagainya. Sebagai suatu kegiatan keilmuan sastra, seorang sejarawan sastra harus mendokumentasikan karya sastra berdasarkan ciri, klasifikasi, gaya, gejala-gejala yang ada, pengaruh yang melatarbelakanginya, karateristik isi dan tematik.
3.      Kritik Sastra adalah cabang ilmu sastra yang mempelajari (menelaah) karya sastra dengan langsung memberikan pertimbangan baik dan buruk, kekurangan dan kelebihan, atau bernilai tidaknya sebuah karya sastra.
B. Cabang ilmu sastra di atas tentunya mempunyai hubungan yang erat satu sama lain dan hubungan itu bersifat timbal balik. Berikut adalah hubungan timbal balik antara cabang ilmu sastra :
1.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Teori Sastra
Penyelidikan tentang sejarah sastra banyak memerlukan bahan-bahan pengetahuan tentang teori sastra. Pembicaraan tentang suatu angkatan tidak akan terlepas dari pembicaraan tentang gaya bahasa, aliran, genre sastra, latar belakang cerita, tema, dan sebagainya.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari hasil penyelidikan sejarah sastra. Pembicaraan tentang gaya bahasa atau tentang suatu aliran tidak dapat dilepaskan dari perkembangan sastra secara keseluruhan. Suatu pengertian dalam teori sastra dimungkinkan mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan data yang diperoleh dari sejarah sastra.
2.      Hubungan Sejarah Sastra dengan Kritik Sastra
Penyelidikan sejarah sastra memerlukan bantuan juga dari kritik sastra. Tidak semua karya sastra yang pernah terbit dijadikan bahan penyelidikan sejarah sastra, tetapi terbatas pada sejumlah karya sastra tertentu.
Untuk memilih dan menentukan karya sastra yang menjadi objek penyelidikan sejarah sastra itu diperlukan bahan-bahan dari kritik sastra, sebab tugas kritiklah untuk menentukan nilai suatu karya sastra. Sebaliknya, kritik sastra pun membutuhkan bahan-bahan dari sejarah sastra, terutama di dalam usaha menentukan asli tidaknya suatu karya sastra atau ada tidaknya unsur pengaruh dari sastra lain.
3.      Hubungan Kritik Sastra dan Teori Sastra
Hubungan kedua cabang ilmu sastra tersebut sangat jelas. Usaha kritik sastra tidak akan berhasil tanpa dilandasi oleh dasar-dasar pengetahuan tentang teori sastra. Jika kita hendak mengadakan suatu telaah/kritik terhadap suatu cerita novel terlebih dahulu kita harus memiliki pengetahuan tentang apa yang disebut novel, tentang unsur-unsur suatu novel, misalnya tema, plot, gaya bahasa, perwatakan, setting, sudut pandang cerita, dan sebagainya. Demikian juga jika kita hendak mengadakan suatu analisis terhadap suatu puisi, kita harus tahu apa yang dimaksud dengan bait, rima, ritma, dan sebagainya. Teori sastra merupakan sebagian modal bagi pelaksanaan kritik sastra.
Sebaliknya, teori sastra pun memerlukan bahan-bahan dari kritik sastra, bahkan sebenarnya kritik sastra merupakan pangkal dari teori sastra. Teori tanpa data merupakan teori yang kosong.

Sumber : Noor, Redyanto. 2010. Pengantar Pengkajian sastra Modern. Cetakan ke-4. Semarang : Fasindo.
Sarwadi. 2004. Sejarah Sastra Indonesia Modern. Yogyakarta : Gama Medi
http://110183.blogspot.co.id/2014/11/hubungan-antara-teori-sastra-kritik.html







            

Jumat, 05 Mei 2017

SINTAKSIS



A.     Pengertian Sintaksis
Sintaksis menurut Ramlan (1981:1) mengatakan “ sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.

B.     Struktur Sintaksis
Secara umum struktur sintaksis itu terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Fungsi-fungsi sintaksis itu yabg terdiri dari unsur-unsur S,P,O, dan K itu merupakan “tempat-tempat kosong” yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Tempat-tempat kosong itu akan diisi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peranan tertentu.
Contoh kalimat : Nenek melirik kakek tadi pagi.
- Subjek : Nenek yang berkategori nomina
- Predikat : melirik yang berkategori verba
- Objek : kakek yang berkategori nomina
- Keterangan : frasa tadi pagi yang berkategori nomina.

C.    Kata sebagai Satuan Sintaksis
Kata dalam tataran sintaksis merupakan satuan terkecil yang secara hierarkial yang lebih besar, yaitu frase. Kata sebagai satuan sintaksis, yaitu dalam hubungannya dengan unsur-unsur pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar, yaitu frasa, klausa, dan kalimat.

D.    Frasa atau frase
Frasa adalah sebuah makna linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebihkecil dari klausa dan kalimat. Frasa dalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya.
Contoh : Nenekku

1.      Ciri-ciri Frasa
1)      Terbentuk atas dua kata atau lebih dalam pembentukannya.
2)      Menduduki fungsi gramatikal dalam kalmat.
3)      Mengandung satu kesatuan makna gramatikal.
4)      Bersifat non-prediktif.
2.      Jenis-jenis Frasa
1)      Frasa nomina
Kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Contoh : rumah mungil
2)      Frasa Verbal
Kelompok kata yang terbentuk dari kata kerja. Contoh : ia bekerja keras sepanjang hari.

3)      Frasa Adjektifa
Kelompok kata yang dibentuk oleh kata sifat atau keadaan sebagai inti (diterangkan) dngan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan. Contoh : cantik sekali
4)      Frasa Pronominal
Ialah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Contoh : kalian semua, anda semua, mereka semua, mereka itu, mereka berdua.
5)      Frasa Numeralia
Kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan. Contoh : Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban.

3.      Frasa berdasarkan fungsi unsur pembentuknya
1). Frase Endosentris yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi untuk diterangkan dan menerngkan (DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa : kuda hitam (DM), dua orang (MD)         2). Frase Eksosentris yaitu frasa yang salah satu unsur pembentuknya menggunakan kata tugas. Contoh dari Bandung

4. Frasa Berdasarkan satuan makna yang dikandungi/dimiliki unsur-unsur pembentuknya
1.      Frasa Biasa yaitu frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna yang sebenarnya (denotasi). Contoh kalimat :Ayah membeli kambing hitam
2.      Frasa Idiomatik yaitu frasa yang hasil pembentukannya menimbulkan makna baru (konotasi). Contoh kalimat : Orang tua Dika kembali dari Nunukan.

Sumber :  Ramlan (1981:1
 http://cahyasinda.blogspot.co.id/2016/01/artikel-pengertian-sintaksis-kata-frasa.html
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
http://www.diaryapipah.com/2012/05/pengertian-sintaksis-frase-dan-klausa.html
arifsunarya.wordpress.com/2012/11/17/sintaksis-dalam-tataran-linguistik/
 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang