Powered By Blogger

JAM


timezona

Senin, 01 Mei 2017

MORFOLOGI




A.    Pengertian Morfologi
Morfologi adalah cabang ilmu bahasa yang seluk-beluk bentuk kata perubahannya serta dampak dari perubahan itu terhadap arti (makna) dan kelas kata. Morfologi terbagi menjadi dua yaitu morfem terikat dan morfem bebas. Morfem terikat merupakan kata yang tidak dapat berdiri sendiri. Sedangkan, morfem bebas merupakan kata dasar yang dapat berdiri sendiri.

B.      Bentuk Kata
1.      Kata dasar dapat berupa kata kerja, kata sifat, kata kerja dan lain-lain. Contohnya, sepeda.
2.      Kata berimbuhan, contohnya bersepeda.
3.      Kata majemuk, contohnya sapu tangan.
4.      Kata ulang, contohnya berbondong-bondong.

C.    Proses Morfologi
Proses morfologi ialah proses pembentukan kata-kata dari satuan lainyang merupakan bentuk dasarnya. Dalam Bahasa Indonesia terdapat tiga proses morfologi :
1.      Proses pembubuhan Afiks (Afiksasi)
2.      Proses pengulangan (reduplikasi)
3.      Proses pemajemukan (pemajemukan)

D.    Macam-macam Proses Morfologi
1.      Proses Pembubuhan Afiks (afiksasi)
Afiksasi merupakan nama lain dari morfem terikat.
Fungsi afiksasi untuk menghasilkan kata baru dari kata dasarnya.
Afikasi terdiri atas :
a.       Prefiks (ber-,me-,pe-,per-,di-,ter-,ke-,se-), imbuhannya terletak diawal.
Contoh :
 Nari → Kata dasar
 Me → Imbuhan
 Menari
b.      Sufiks (-kan,-an,-i), imbuhannya akhiran.
Contoh :
Teman → Kata dasar
-i → imbuhan
Temani
c.       Infiks (-el,-em,-er), merupakan kata sisipan.
Contoh :
Luhur → Kata dasar
-el → imbuhan
Leluhur
d.      Konfiks (ke-an, per-an, per-kan, ber-kan,di-kan, ter-i, ter-kan, me-i, me-kan) imbuhan di awal dan akhir.
Contoh :
Sepakat → Kata dasar
Ke-an → imbuhan
Kesepakatan
e.       Simulfiks (memper-kan, memper-i, diper-kan, di[per-i), imbuhan morfem terikat.
Contoh :
Temu → Kata dasar
Memper-kan → imbuhan
Mempertemukan

2.      Proses Pengulangan (Reduplikasi)
Reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruh, maupun sebagian, baik variasi fonem maupun tidak, hasil pengulangan itu merupakan kata ulang, sedangkan satuan yang diulang merupakan bentuk dasar.
Cara Menentukan Bentuk Dasar Kata Ulang :
a.       Pengulangan tidak merubah golongan kata nomina, verb, dan subjek.
b.      Bentuk dasar berupa satuan dalam kehidupan bahasa Indonesia.

3.      Proses Pemajemukan
Kata majemuk ialah gabungankata dasar yang telah bersenyawa atau yang sudah membentuk satu kesatuan dan menimbulkan arti baru (Alisjahbana,1953).
Contoh : Keras+kepala = Keras kepala.

Sumber : Alisjahbana,1953

0 komentar:

Posting Komentar

 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang