Powered By Blogger

JAM


timezona

Jumat, 05 Mei 2017

SINTAKSIS



A.     Pengertian Sintaksis
Sintaksis menurut Ramlan (1981:1) mengatakan “ sintaksis ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, dan frase.

B.     Struktur Sintaksis
Secara umum struktur sintaksis itu terdiri dari susunan subjek (S), predikat (P), objek (O), dan keterangan (K). Fungsi-fungsi sintaksis itu yabg terdiri dari unsur-unsur S,P,O, dan K itu merupakan “tempat-tempat kosong” yang tidak mempunyai arti apa-apa karena kekosongannya. Tempat-tempat kosong itu akan diisi oleh sesuatu yang berupa kategori dan memiliki peranan tertentu.
Contoh kalimat : Nenek melirik kakek tadi pagi.
- Subjek : Nenek yang berkategori nomina
- Predikat : melirik yang berkategori verba
- Objek : kakek yang berkategori nomina
- Keterangan : frasa tadi pagi yang berkategori nomina.

C.    Kata sebagai Satuan Sintaksis
Kata dalam tataran sintaksis merupakan satuan terkecil yang secara hierarkial yang lebih besar, yaitu frase. Kata sebagai satuan sintaksis, yaitu dalam hubungannya dengan unsur-unsur pembentuk satuan sintaksis yang lebih besar, yaitu frasa, klausa, dan kalimat.

D.    Frasa atau frase
Frasa adalah sebuah makna linguistik. Lebih tepatnya, frasa merupakan satuan linguistik yang lebih besar dari kata dan lebihkecil dari klausa dan kalimat. Frasa dalah kumpulan kata nonpredikatif. Artinya frasa tidak memiliki predikat dalam strukturnya.
Contoh : Nenekku

1.      Ciri-ciri Frasa
1)      Terbentuk atas dua kata atau lebih dalam pembentukannya.
2)      Menduduki fungsi gramatikal dalam kalmat.
3)      Mengandung satu kesatuan makna gramatikal.
4)      Bersifat non-prediktif.
2.      Jenis-jenis Frasa
1)      Frasa nomina
Kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Contoh : rumah mungil
2)      Frasa Verbal
Kelompok kata yang terbentuk dari kata kerja. Contoh : ia bekerja keras sepanjang hari.

3)      Frasa Adjektifa
Kelompok kata yang dibentuk oleh kata sifat atau keadaan sebagai inti (diterangkan) dngan menambahkan kata lain yang berfungsi menerangkan. Contoh : cantik sekali
4)      Frasa Pronominal
Ialah frasa yang dibentuk dengan kata ganti. Contoh : kalian semua, anda semua, mereka semua, mereka itu, mereka berdua.
5)      Frasa Numeralia
Kelompok kata yang dibentuk dengan kata bilangan. Contoh : Mereka memotong dua puluh ekor sapi kurban.

3.      Frasa berdasarkan fungsi unsur pembentuknya
1). Frase Endosentris yaitu frasa yang unsur-unsurnya berfungsi untuk diterangkan dan menerngkan (DM) atau menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa : kuda hitam (DM), dua orang (MD)         2). Frase Eksosentris yaitu frasa yang salah satu unsur pembentuknya menggunakan kata tugas. Contoh dari Bandung

4. Frasa Berdasarkan satuan makna yang dikandungi/dimiliki unsur-unsur pembentuknya
1.      Frasa Biasa yaitu frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna yang sebenarnya (denotasi). Contoh kalimat :Ayah membeli kambing hitam
2.      Frasa Idiomatik yaitu frasa yang hasil pembentukannya menimbulkan makna baru (konotasi). Contoh kalimat : Orang tua Dika kembali dari Nunukan.

Sumber :  Ramlan (1981:1
 http://cahyasinda.blogspot.co.id/2016/01/artikel-pengertian-sintaksis-kata-frasa.html
Chaer, Abdul. 2003. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
http://www.diaryapipah.com/2012/05/pengertian-sintaksis-frase-dan-klausa.html
arifsunarya.wordpress.com/2012/11/17/sintaksis-dalam-tataran-linguistik/

1 komentar:

 

Konsep Dasar Bahasa Dan Sastra Indonesia Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang